www.jaton.forumotion.com


 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Dunia  Mualaf  VidioDunia Mualaf Vidio  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 Presiden Serukan Dialog Antaragama

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 257
Join date : 22.01.08

PostSubyek: Presiden Serukan Dialog Antaragama   Sat Mar 15 2008, 17:53

SUARA PEMBARUAN DAILY
Presiden Serukan Dialog Antaragama

KTT OKI Kehilangan Roh

[DAKAR] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan agar negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) berperan aktif mengupayakan perdamaian dan keamanan dunia, serta mengurangi kemiskinan. Salah satu bentuknya adalah dengan mengintensifkan dialog antaragama.

"Kita dapat berkontribusi untuk perdamaian dunia dan keamanan melalui mediasi. Salah satu buktinya adalah OKI sukses berperan menjadi mediator dalam proses perdamaian antara Pemerintah Filipina dan gerakan separatis Moro," ujar Presiden saat sesi debat umum pada KTT ke-11 OKI, di Dakar, Senegal, Jumat (14/4) siang waktu setempat. Ditambahkan, saat proses perdamaian itu berlangsung, Indonesia mengetuai komisi mediasi OKI.

Namun, Presiden mengingatkan, anggota OKI terlebih dulu harus mampu menunjukkan kemampuan untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi di antara sesama anggota. "Konflik di antara sesama komunitas Muslim, sungguh merisaukan umat Muslim sendiri. Ini bisa menjadi justifikasi untuk mengidentikkan Islam dengan kekerasan," ujar Presiden dalam 15 menit pidatonya.

Oleh karena itu, lanjutnya, OKI harus berperan aktif membawa pesan perdamaian di negara-negara Muslim dan mengikis citra buruk mengenai Islam. Apalagi, posisi negara anggota OKI cukup strategis. Anggota OKI yang sebanyak 57 negara tersebut mencakup populasi hingga 1 miliar orang. Selain itu, negara-negara Muslim juga menyumbang 70 persen dari total kebutuhan energi dunia.

Menurut Presiden Yudhoyono, guna mewujudkan harapan tersebut, diperlukan kerja sama dengan media guna menyebarluaskan gagasan-gagasan perdamaian. "Kita harus mampu menjangkau seluruh dunia, melalui dialog antar- agama," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengajak masyarakat internasional untuk membantu Palestina, dan menyerukan seluruh faksi untuk menggelar dialog. Sebab, perdamaian dengan Israel tak mungkin terwujud, bila tidak ada perdamaian di dalam negeri Palestina sendiri.

KTT OKI kali ini berlangsung dalam kondisi yang kurang semarak. Perbedaan kepentingan di antara negara-negara anggota membuat pertemuan berjalan dengan lesu dan seolah kehilangan gairah.

Seperti dilaporkan wartawan SP Wim Tangkilisan, Sabtu (15/3) pagi, sejumlah pengamat yang hadir pada acara tersebut menilai bahwa organisasi negara-negara Muslim ini kehilangan modal sosial untuk mempersatukan anggotanya. Konflik antara Sudan dan Chad, sikap Arab Saudi yang cenderung akrab dengan Amerika Serikat, meluruhnya kemesraan antara Indonesia dan Malaysia, merupakan sebagian masalah yang membuat KTT ini seolah kehilangan roh.

Kelesuan ini juga terlihat jelas dari ketidakhadiran sejumlah kepala pemerintahan/kepala negara di acara ini. Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi dan Raja Abdullah dari Arab Saudi yang banyak pengaruhnya dalam organisasi ini, tidak hadir. Kondisi ini diperparah dengan kepulangan beberapa delegasi sebelum KTT berakhir.

Langkah Hukum

Sementara itu, di tengah keprihatinan terhadap sejumlah tindakan anti-Islam, sejumlah negara anggota OKI mempertimbangkan untuk menyiapkan langkah hukum. Rencana itu mewakili sebuah upaya untuk meminta perbaikan sikap negara-negara, seperti Denmark, yang mengizinkan dipublikasikannya kartun Nabi Muhammad. Insiden tersebut telah menyulut kemarahan umat Muslim.

Ancaman gugatan hukum tersebut tak urung membawa dunia Muslim berada pada posisi berhadap-hadapan dengan prinsip kebebasan berekspresi yang ditegaskan oleh konstitusi sejumlah negara Barat. Untuk melindungi keyakinan dan kepercayaannya, sejumlah negara Muslim telah melakukan langkah-langkah pemantauan untuk memonitor Islamofobia.

Laporan yang disampaikan dalam sidang hari Jumat mendesak dibentuknya instrumen hukum untuk mengambil langkah tegas terhadap penghinaan Islam, meskipun belum ada kejelasan langkah hukum apa yang dapat diambil. Sejumlah delegasi merujuk pada sejumlah pasal di dalam piagam PBB yang mengutuk diskriminasi atas dasar agama. Mereka mengatakan, penegakan prinsip-prinsip sebagaimana diatur piagam PBB harus diperkuat. [AP/E-9]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jaton.forummotion.com
 
Presiden Serukan Dialog Antaragama
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www.jaton.forumotion.com :: Katagori Berita :: Internasional-
Navigasi: