www.jaton.forumotion.com


 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Dunia  Mualaf  VidioDunia Mualaf Vidio  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 JIN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 257
Join date : 22.01.08

PostSubyek: JIN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS   Sat Mar 06 2010, 23:59

JIN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS

Oleh: Agus Junaedi,M.Ag

HUBUNGAN JIN DAN MANUSIA

Jin Kafir Musuh utama Manusia

Asal muasal permusuhan setan dengan manusia berawal sejak Adam diciptakan, bahkan sebelum Adam diciptakan. Permusuhan ini diawali dengan permusuhan antara nenek moyang setan yakni Iblis dengan nenek moyang manusia, Nabi Adam. Iblis pada awalnya makhluk yang taat beribadah kepada Allah sebagaimana malaikat. Akan tetapi ia memiliki perangai sombong dan keangkuhan sehingga tidak mau sujud kepada Nabi Adam. Dengan sombong Iblis mengatakan keengganan sujudnya itu:

أَنَاْ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

Artinya: "Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya (Adam), Engkau telah menciptakan saya dari api sementara Engkau menciptakannya dari tanah" (QS. Al-Araf 7:12).

Kesombongannya itulah yang menyebabkan Allah mengusir Iblis dari surga serta melaknat dan membencinya sampai hari kiamat kelak. Akan tetapi, sebelum diusir, iblis meminta satu permohonan kepada Allah untuk diijinkan hidup abadi sampai hari Kiamat datang, dan Allah pun mengabulkannya. Oleh karena itu, iblis sampai sekarang masih hidup dan tidak akan mati sebelum Kiamat terjadi. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah:

قَالَ أَنظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ قَالَ إِنَّكَ مِنَ المُنظَرِينَ

Artinya: "Iblis berkata: "Tangguhkanlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh" (QS. Al-A'raf: 14-15).

Penangguhan kematian iblis ini dimaksudkan agar ia leluasa dalam mengganggu dan menjerumuskan manusia dari jalan yang benar. Dalam al-Qur'an dikatakan, bahwa iblis akan senantiasa mengganggu dan menjerumuskan manusia dari berbagai lini, mulai dari depan, belakang, sisi kanan, kiri dan sebagainya. Ini artinya, kapanpun dan dimanapun, iblis dan setan akan terus mencari celah untuk dapat menggoda dan menjerumuskan manusia. Hal ini sebagaimana tertuang dalam firman Allah:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Artinya: "Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)" (QS. Al-Araf 7:16-17).

Sedangkan target permusuhan jin kafir (setan) ada dua yaitu target jangka panjang dan target jangka pendek. Adapun target jangka panjang adalah menjerumuskan manusia ke dalam api neraka, hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surat Fatir ayat 6

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوّاً إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Artinya: "Sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala" (Fathir 35:6).

Sedangkan misi dan tujuan jangka pendeknya adalah:

1. Menjerumuskan manusia dalam perbuatan syirik dan kufur

Setan senantiasa mengajak para hamba untuk menyembah selain Allah serta berusaha membuat mereka kufur kepada Allah dan syariatNya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surat al-Hasyr ayat 16 berikut ini:

كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِّنكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

Artinya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam" (QS. Al-Hasyr:16).

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam suatu hari pernah berkhutbah:

إن الله أمرني أن أعلمكم ما جهلتم مما علمني يومي هذا : إن كل ما أنحلته عبدي حلال وإني خلقت عبادي حنفاء كلهم وإنه أتتهم الشياطين فاجتالتهم عن دينهم وحرمت عليهم ما أحللت لهم فأمرتهم أن يشركوا بي ما لم أنزل به سلطانا

Artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah memerintahkan saya untuk mengajarkan kepada kalian apa yang kalian belum ketahui yang pada hari ini Allah baru saja mengajarkannya kepada saya. Allah berfirman: "Seluruh harta yang Aku karuniakan kepada hamba adalah halal. Aku menciptakan hamba- hambaKu semuanya suci, bersih dan lurus. Hanya saja, setan datang menggoda mereka. Setanlah yang memalingkan mereka dari agama mereka yang lurus, setan juga yang mengharamkan apa yang Aku halalkan kepada mereka. Mereka juga menganjurkan dan mengajak para hamba untuk menyekutukanKu dengan sesuatu yang Aku sendiri belum menurunkan ilmu kepadanya" (HR. Muslim).

2. Menjerumuskan manusia kepada perbuatan dosa dan durhaka

Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

ألا وإن الشيطان قد أيس من أن يعبد في بلادكم هذه أبدا ولكن ستكون له طاعة فيما تحتقرون من أعمالكم فسيرضى به

Artinya: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Ingatlah, bahwasannya setan sudah putus asa untuk disembah di negeri kalian ini. Akan tetapi kalian akan mentaatinya dalam perbuatan-perbuatan yang oleh kalian sendiri dipandang hina, dan setan akan meridhainya" (HR. Turmudzi dalam Shahih Sunannya).

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga bersabda:

جابر بن عبد الله - رضي الله عنهما - قال : سمعتُ- رسولَ الله -صلى الله عليه وسلم- يقول : «إن الشيطان قد يَئِسَ أن يَعْبُدَهُ المصَلُّون في جزيرة العرب ، ولكن في التحريش بينهم»

Artinya: "Jabir berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di daerah Arab, akan tetapi (setan akan diikuti) dalam hal memburu dan saling kasar di antar mereka" (HR. Muslim).

3. Menghalangi manusia untuk berbuat kebaikan

Bukan hanya menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan dosa dan durhaka, setan juga senantiasa menghalang-halangi manusia dari perbuatan baik dan taat. Dalam sebuah hadits dari Saburah bin Abi Fakih bahwasannya ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

عن سبرة بن أبي فاكه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ان الشيطان قعد لابن آدم بأطرقه فقعد له بطريق الاسلام فقال تسلم وتذر دينك ودين آبائك وآباء آبائك فعصاه فأسلم ثم قعد له بطريق الهجرة فقال تهاجرفهو جهد النفس والمال فتقاتل فتقتل فتنكح المرأة ويقسم المال فعصاه فجاهد فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم فمن فعل ذلك كان حقا على الله أن يدخله الجنة ومن قتل كان حقا على الله أن يدخله الجنة قال وإن عرق كان حقا على الله أن يدخله الجنة

"Sesungguhnya setan selalu duduk (menggoda) keturunan Adam di semua sisi dan jalannya. Ia duduk di jalan Islam sambil berkata: "Kamu masuk Islam dan meninggalka agamamu, agama bapak dan nenek moyangmu, mengapa?" Lalu hamba itu tidak menghiraukannya dan ia tetap masuk Islam.

Kemudian setan duduk di jalan hijrah sambil berkata: "Mengapa kamu berhijrah segala sementara kamu meninggalkan tanah air dan hartamu?" Hamba itu tidak mempedulikannya, dan ia pun tetap hijarah. Kemudian setan duduk di jalan jihad sambil berakata: "Mengapa kamu hendak berjihad segala,padahal dengan demikian kamu akan mengorbankan harta dan nyawa kamu akan terbunuh. Mendingan kamu menikah dengan seorang wanita, lalu berbagi harta dengannya?" Hamba tadi tidak memperdulikannya, da ia pun tetap berjihad.

Rasulullah bersabda kembali: "Barangsiapa yang melakukan hal demikian, maka Allah berhak untuk memasukkannya ke dalam surga. Barang siapa yang terbunuh (dalam medan perang) atau tenggelam, maka Allah berhak untuk memasukkannya ke dalam surga" (HR. Nasai).

4. Merusak ketaatan

Apabila setan tidak dapat menggoda manusia untuk meninggalkan kebaikan dan taat, maka ia tetap akan berusaha menggoda dan menjerumuskan manusia dengan cara merusak ketaatan dan kebaikan tersebut, agar si hamba tidak mendapatkan pahala dari ketaatannya itu. Dalam sebuah hadits dikatakan, bahwa Utsman bin al-Ash pernah datang ke pada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sambil berkata:

عن عثمان بن أبي العاص أنه قال قلت يا رسول الله إن الشيطان قد حال بيني وبين صلاتي وقراءتي يلبسها علي فقال رسول الله {صلى الله عليه وسلم} ذاك شيطان يقال له خنزب فإذا أحسسته فتعوذ بالله منه واتفل على يسارك ثلاثاً ففعلت ذلك فأذهبه الله عني

"Ya Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalang-halangi antara saya dengan shalat dan membaca (al-Qur'an) saya, dengan cara berwujud dalam wujud Ali". Mendengar hal itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Setan yang mengganggu kamu itu bernama Khinzib. Apabila kamu merasakan datangnya, maka berlindunglah kepada Allah dari godaannya dan meludahlah ke sebelah kiri sebanyak tiga kali". Utsman berkata: "Lalu aku melaksanakan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tadi, sehingga Allah mengusir setan itu dari saya" (HR. Muslim).

Apabila seseorang melaksanakan shalat, maka setan datang membisikkan dan menggodanya dengan cara, menyibukkan dengan berbagai hal, mengingat-ngingat urusan dunia, menghadirkan barang- barang yang hilang sampai membuat orang yang shalat itu ngantuk atau lalai. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dikatakan:

أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« إِذَا نُودِىَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ لَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ ، فَإِذَا قُضِىَ التَّأْذِينُ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِهَا أَدْبَرَ ، حَتَّى إِذَا قُضِىَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ يَخْطُرُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ لَهُ : اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا ، لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ مِنْ قَبْلُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ مَا يَدْرِى كَيْفَ صَلَّى ».

Artinya: "Dari Abu Hurairah, bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila dipanggil untuk shalat (adzan berkumandang), Setan segera membelakangi sambil kentut dengan keras sehingga orang itu tidak mendengar adzan tersebut. Apabila adzan telah selesai, ia segera menghampirinya. Apabila ia melaksanakan shalat, ia kembali membelakangi sambil membisikkan antara seseorang dengan dirinya. Setan itu mengatakan: ingat ini, ingat itu, sehingga ia tidak tahu berapa rakaat dia shalat" (HR. Bukhari Muslim).

Tidak sampai di sana, setan juga menggoda dengan jalan membisikkan kepada seseorang untuk melewat dihadapan orang yang sedang shalat. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dikatakan, bahwa Shalih as-Samman pernah melihat Abu Said al-Khudry pada hari Jumat sedang melaksanakan shalat. Tiba-tiba seorang pemuda dari Bani Mu'ith bermaksud melewat di hadapan Abu Said yang sedang shalat. Abu Said kemudian menahan dan menghalanginya. Pemuda itu kemudian menatap Abu Said, dan kembali mencoba melewatinya, akan tetapi Abu Said kembali menghalanginya dengan lebih keras lagi. Pemuda itu kemudian menghadap kepada Marwan. Marwan kemudian bertanya kepada Abu Said: "Mengapa kamu melakukan hal demikian kepada putra saudaramu ini, wahai Abu Said?" Abu Said menjawab: Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda:

فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى شَيْءٍ يَسْتُرُهُ مِنْ النَّاسِ فَأَرَادَ أَحَدٌ أَنْ يَجْتَازَ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلْيَدْفَعْ فِي نَحْرِهِ فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ فَإِنَّمَا هُوَ الشَّيْطَانُ

Artinya: "Apabila seseorang sedang shalat menghadapi sesuatu yang menghalanginya dari orang banyak, lalu seseorang berusaha untuk melewatinya, maka halangilah dia. Apabila ia menolak dan terus hendak melewatinya, maka perangilah dia karena dia itu adalah setan" (HR. Bukhari).

5. Menyakiti anggota tubuh dan jiwa manusia

Di samping menggoda dan menjerumuskan dari ketaatan, setan juga seringkali menyakiti tubuh, anggota fisik dan jiwa manusia. Untuk lebih jelasnya akan hal ini, berikut dalil-dalil dan kisah-kisah yang membuktikan hal tersebut.

a. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah suatu saat ketika sedang melaksanakan shalat, Iblis bermaksud melemparkan anak panah apinya ke wajah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam akan tetapi Rasulullah kemudian berlindung kepada Allah sehingga Iblis tersebut dapat dilumpuhkan sebagaimana telah dipaparkan pada pembahasan tentang kelemahan- kelemahan jin

b. Untuk menyakiti jiwa seseorang, setan juga datang dalam mimpi.

Dalam berbagai keterangan dikatakan bahwa setan dapat datang menjelma dalam mimpi seseorang dengan cara mengganggu dan menyempitkan hatinya sehingga orang tersebut menjadi sedih dan putus asa. Oleh karena itu, dalam sebuah hadits dikatakan, bahwa mimpi itu ada tiga macam:

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ عَن النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرُّؤْيَا ثَلَاثٌ فَبُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَحَدِيثُ النَّفْسِ وَتَخْوِيفٌ مِنْ الشَّيْطَانِ

Artinya: Abu Hurairah berkata: "Mimpi itu ada tiga macam; Mimpi yang berupa kabar gembira yang bersumber dari Allah, mimpi yang merupakan bisikan hati, dan mimpi yang menakutkan yang bersumber dari setan" (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits lain dikatakan:

إذا رأى أحدُكم رؤيا يُحِبُّهَا فإنما هى من اللهِ فَلْيَحْمَدِ الله عليها وليحدثْ بها وإذا رأى غيرَ ذلك مما يكرهُ فإنما هى من الشيطانِ فَلْيَسْتَعِذْ بالله من شَرِّهَا ولا يَذْكُرْهَا لأحدٍ فإنها لا تَضُرُّهُ

Artinya: "Abu Said al-Khudri pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda:"Apabila seseorang bermimpi yang menyenangkan, maka itu bersumber dari Allah, oleh karenanya bertahmidlah (ucapkanlah alhamdulillah), dan sebut-sebutlah dia di hadapan orang lain. Apabila ia bermimpi yang menakutkan atau bermimpi sesuatu yang dibenci, maka ia bersumber dari setan, karenanya berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya (ucapkan audzubillah minasetan wa sayyiatil ahlam), dan janganlah ia menyebut-nyebutkannya kepada orang lain. Kalau ia berlindung kepada Allah (mengucapkan ta'udz tadi), maka setan itu tidak akan bisa menyakitinya" (HR. Bukhari).

c. Membakar rumah

Selain menyakiti tubuh dan jiwa, setan juga seringkali berbuat jahat berupa menghilangkan harta, kekayaan dan tempat tinggal, berupa membakar rumah.Dalam sebuah hadits dikatakan:

إذا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوا سُرُجَكُمْ فإنَّ الشيطانَ يدلُّ مثلَ هذه على هذا فَتَحْرِقَكُمْ

Artinya: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kalian tidur, matikanlah lampunya, karena setan seringkali berwujud seekor tikus yang membawa sesuatu (yang mudah dibakar) yang ditujukkan ke lampu tersebut sehingga dapat membakar kalian" (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih).

d. Mengganggu orang yang sedang sakaratul maut

Setan memang musuh yang paling nyata. Semua lini dan sisi, ia terus masuki dengan tujuan dapat menjerumuskan manusia ke dalam kedurhakaan. Bukan saja ketika masih hidup, akan tetapi ketika menjelang ajal sekalipun. Ketika manusia sakaratul maut, setan masih menggoda dan mengganggu dengan jalan memukul-mukul dan membisikkan hal-hal keduniawian agar orang yang sedang sakaratul maut tadi tidak mengingat Allah lagi. Oleh karena itu, Rasulullah menganjurkan agar orang yang sedang sakaratul maut ditalqin (dibimbing dengan kalimat-kamimat yang baik) sehingga ketika nyawa dan ruhnya lepas, ia senantiasa mengingat kepada Allah.Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa Rasulullah menganjurkan ummatnya untuk berlindung dari godaan setan ketika sakaratul maut tadi dengan membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّى وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرَقِ وَالْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِى الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِى سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا ».

Artinya: "Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari bimbangan, kehan-curan, tenggelam, kebakaran. Aku juga berlindung kepadaMu dari godaan dan pukulan setan ketika sakaratul maut. Aku juga berlindung kepadaMu dari kematian yang lari dari jalanMu, juga dari kematian yang sangat sakit menyengat" (HR.Nasai)

e. Menyakiti setiap bayi yang baru lahir

Selain yang sedang sakaratul maut, setan juga seringkali menyakiti setiap bayi yang baru lahir. Dalam hadits dikatakan:

عن أبي وليد عن رسول الله {صلى الله عليه وسلم} قال كل بني آدم يمسه الشيطان يوم ولدته أمه إلا مريم وابنها

Artinya: "Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Setiap keturunan Adam, pasti disentuh oleh setan ketika lahirnya kecuali Siti Maryam dan putranya (Nabi Isa)" (HR. Muslim).

Dalam hadits lain dikatakan:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- :« كُلُّ بَنِى آدَمَ يَطْعُنُ الشَّيْطَانُ فِى جَنْبِهِ حِينَ تَلِدُهُ أُمُّهُ إِلاَّ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ ذَهَبَ يَطْعُنُ فَطَعَنَ فِى الْحِجَابِ ».

Artinya; "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Setiap keturunan Adam yang lahir pasti dicubit oleh jari-jari setan di kedua pinggirnya kecuali Isa putranya Maryam" (HR. Bukhari).

قال أبو هريرة سمعت رسول الله - عليه الصلاة والسلام - يقول * ما من بني آدم مولود إلا يمسه الشيطان حين يولد فيستهل صارخا من مس الشيطان غير مريم وابنها

Artinya: "Abu Hurairah berkata: "Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada seorangpun bayi yang baru dilahirkan dari keturunan Adam, kecuali ia telah disentuh (dicubit) oleh setan sehingga ia lahir sambil berteriak (menangis) karena cubitan setan tersebut, kecuali Maryam dan putranya (Nabi Isa)" (HR. Bukhari).

Dalam hadits dikatakan, Siti Maryam dan putranya tidak terkena cubitan setan karena berkat doa dari ibunya, ibunya Siti Maryam, yang berdoa:

أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: "(Ibunya Maryam berdoa) dan aku melindungkannya (Siti Maryam) dan keturunannya kepadaMu dari gangguan setan yang terkutuk" (QS. Ali Imaran 3:36).

Apakah hanya Siti Maryam dan putranya yang tidak diganggu oleh setan ketika dilahirkan? Jawabannya tidak. Mungkin masih banyak lagi yang juga tidak diganggu oleh setan. Dalam hadits lain riwayat Imam Bukhari dikatakan, bahwa Ammar bin Yasir pun termasuk salah seorang yang tidak diganggu dan tidak dicubit ketika ia dilahirkan.

f. Menebarkan penyakit Tha'un

Setan juga seringkali menyebarkan penyakit menular semisal penyakit kulit dan yang lainnya. Akan tetapi hal ini tidak dapat dipahami bahwa semua wabah penyakit menular adalah bersumber dari setan. Boleh jadi karena tempat tersebut kotor, tidak bersih. Setan hanyalah salah satu faktor penyebab hal itu.Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

الطاعون وخز أعدائكم من الجن وهو لكم شهادة

Artinya: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Penyakit Tha'un dan dari musuh-musuh kalian itu semuanya dari Jin. Ia (jin itu) menyaksikan kalian semua" (HR. Hakim).

Bahkan, dalam salah satu keterangan juga dikatakan bahwa darah istihadah juga terkadang dari setan. Rasulullah bersabda kepada Hamnah bint Jahsy: "Ini (darah istihadah) adalah kotoran setan" (HR. Abu Dawud dan Nasai). Akan tetapi sekali lagi, tidak berarti bahwa setiap yang mengidap penyakit istihadah, itu bersumber dari setan, akan tetapi boleh jadi karena faktor makanan atau hal lainnya. Hanya saja, setan juga terkadang menyakiti perempuan dengan jalan istihadah ini.


Terakhir diubah oleh Admin tanggal Sun Mar 07 2010, 00:01, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jaton.forummotion.com
Admin
Admin


Jumlah posting : 257
Join date : 22.01.08

PostSubyek: Re: JIN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS   Sat Mar 06 2010, 23:59

g. Ikut makan, minum dan tinggal bersama manusia

Termasuk salah satu menyakiti dan melukai manusia, setan juga seringkali ikut serta dengan manusia dalam makan, minum dan tinggal. Hal ini dimaksudkan tentunya agar setan lebih leluasa dalam menjerumuskan dan menggoda manusia ke jalan yang sesat Dalam berbagai keterangan dikatakan, ketika seseorang makan, minum dan masuk atau keluar rumah tanpa menyebut nama Allah (tanpa berdoa), maka setan akan mengikutinya; ia akan ikut makan, minum dan tidur di rumah. Akan tetapi bagi mereka yang menyebut nama Allah ketika makan, minum dan tidurnya, maka setan tidak akan pernah menyentuh makanan, minuman dan tempat tidur atau tempat tinggal orang tersebut. Untuk itu, pantas, kalau Rasulullah Saw senantiasa mengajarkan dan menganjurkan ummatnya untuk selalu membaca doa atau paling tidak menyebut nama Allah dalam setiap gerak geriknya termasuk dalam makan, minum dan tidurnya. Hal ini, bukan saja untu meraup pahala dan mengikuti sunnah Rasulullah Saw, akan tetapi juga demi kebaikan orang tersebut, yakni terhindar dari gangguan jin kafir (setan) yang setiap detik berusaha mengganggu dan menjerumuskan manusia dalam kenistaan.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah hadits-hadits yang menerangkan tentang hal di atas:

1) Setan akan ikut makan dan minum, ketika orang tersebut tidak mengucapkan doa atau tidak menyebut nama Allah terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadits ayng diriwayatkan oleh Abu Awwanah,

Bahwasannya Hudzaifah berkata: "Kami (para sahabat) apabila berkumpul bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lalu dihadirkan makanan kepadanya, kami tidak berani menyentuh makanan tersebut sebelum Rasulullah Saw terlebih dahulu menyentuhnya. Suatu hari, dihidangkan kepada kami makanan tersebut. Tiba-tiba, datang seorang budak perempuan yang sudah tidak sabaran. Begitu melihat makanan di hadapan kami, ia langsung bergegas menghampirinya dan langsung menyodorkan tangannya untuk menyentuh makanan tersebut. Rasulullah Saw kemudian memegang dan menahan tangan budak wanita tadi. Tidak lama dari itu, datang juga seorang arab badwi, juga sama menyodorkan tangannya untuk meraih makanan, akan tetap Rasulullah Saw menahan dan memegang tangannya itu. Rasulullah kemudian bersabda: "Sesungguhnya setan akan ikut memakan makanan yang tidak disebutkan nama Allah sebelumnya. Setan barusan datang menyertai budak wanita tadi, lalu setan itu bermaksud mengambil makanan dengan menggunakan tangan budak wanita itu. Demikian juga, setan datang menyertai orang arab badwi tadi untuk mengambil makanan, dan karena itulah saya pegang dan saya tahan tangan kedua orang tadi. Demi diri ku yang berada pada kekuasaanNya, sesungguhnya tangannya itu (tangan setan) berada pada tangan saya bersama dengan tangan budak wanita tadi" (HR. Abu Awwanah).

2) Setan akan merusak kekayaan manusia dan akan tinggal di dalam bejana / lemari yang tidak disebutkan nama Allah sebelumnya. Dalam sebuah hadits dikatakan, untuk menjaga agar setan tidak merusak harta dan tidak ikut masuk ke dalam rumah, sebaiknya ketika menutup pintu, lemari dan lainnya, terlebih dahulu berdoa atau paling tidak menyebut nama Allah. Dalam sebuah hadits dikatakan:

وأغلقوا الأبوابَ واذكروا اسمَ اللهِ فإنَّ الشيطانَ لا يفتحُ بابا مُغْلَقا وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ واذكروا اسمَ اللهِ وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ واذكروا اسمَ اللهِ ولو أن تَعْرُضُوا عليه شيئا وأطفِئُوا مصابيحَكم

artinya: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), karena setan tidak akan membuka pintu yang sudah terkunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang terbuat dari kulit binatang) dan bejana-bejana kalian (untuk masa sekarang seperti lemari, bupet, kulkas dan lainnya) sambil menyebut nama Allah, meskipun kalian hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian" (HR. Muslim).

3) Orang yang makan dan minum sambil berdiri, akan ditemani setan. Dalam berbagai keterangan, Rasulullah menganjurkan ummatnya agar ketika makan dan minum sambil duduk, tidak sambil berdiri. Kecuali ketika minum air zam zam, Rasulullah mensunatkan ummatnya untuk minum sambil berdiri, karena dalam sebuah hadits dikatakan, bahwa Rasulullah minum air zam zam sambil berdiri. Rasulullah melarang ummatnya untuk meminum atau makan sambil berdiri karena makan dan minumnya akan disertai oleh setan. Berikut ini hadits yang dimaksudkan:

سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ رَأَى رَجُلاً يَشْرَبُ قَائِمًا، فَقَالَ لَهُ: قِه، أَيَسُرُّكَ أَنْ يَشْرَبَ مَعَكَ الْهِرُّ، قَالَ: لاَ، قَالَ: فَإِنَّهُ قَدْ شَرِبَ مَعَكَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مِنْهُ الشَّيْطَانُ.

Artinya: "Rasulullah suatu hari melihat seorang laki-laki yang minum sambil berdiri. Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata kepadanya: "Duduklah!" Laki-laki itu menjawab: "Mengapa saya mesti duduk?" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab: "Apakah kamu bahagia kalau minum bersama kucing?" Laki-laki itu menjawab: "Tidak". Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersbda kembali: "Sesungguhnya kamu tadi telah minum dengan sesuatu yang jauh lebih jahat dari pada kucing, yaitu setan" (HR. Imam Ahmad, dan Bazzar).

4) Setan ikut masuk ke dalam rumah yang tidak menyebut nama Allah (berdoa) ketika masuknya. Dalam sebuah hadits dikatakan:

عن جابر أنه سمع النبي صلى الله عليه و سلم يقول : إذا دخل الرجل بيته فذكر الله عز و جل عند دخوله وعند طعامه قال الشيطان لا مبيت لكم ولا عشاء وإذا دخل فلم يذكر الله عند دخوله قال الشيطان أدركتم المبيت وان لم يذكر الله عند طعامه قال الشيطان أدركتم المبيت والعشاء

Artinya: "Dari Jabir bin Abdillah bahwasannya ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang masuk rumah, lalu ia menyebut nama Allah ketika masuk (rumah) dan ketika makan, maka setan akan berkata (kepada sesama setan lainnya): "Kalian tidak dapat nginep dan tidak bisa makan malam". Namun apabila ia masuk rumah, dan tidak menyebut nama Allah (berdoa) ketika masuk dan makannya, setan akan berkata: "Nah, sekarang kalian bisa nginap dan bisa makan malam" (HR. Muslim).

h. Masuk ke tubuh manusia.

Selain menyakiti badan, jiwa dan menyertai manusia dalam segala gerak dan langkahnya, setan juga seringkali masuk ke tubuh manusia. Dalam istilah Indonesia sering disebut dengan Kesurupan, dan dalam bahasa Sunda dikenal dengan Kaasupan Jurig (dalam bahasa arab ashar'u atau lams al-jin). Sehubungan dengan masalah kesurupan ini, Ibnu Taimiyyah dalam bukunya Majmu al-Fatawa (24/276), berkata: "Para ulama ahli sunnah wal jama'ah sepakat, bahwa jin dapat masuk ke dalam tubuh dan badan manusia. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 275:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

artinya: "Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit gila" (QS. Al-Baqarah 2:275)."

Abdullah bin Ahmad bin Hanbal pernah bertanya kepada ayahnya, Ahmad bin Hanbal: "Sesungguhnya orang-orang berkata bahwa jin tidak bisa masuk ke badan orang- orang yang kesurupan. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Anakku, mereka berkata bohong. Mereka hanya berkata dengan ucapannya sendiri"

Ibnu Taimiyyah juga berkata: "Perkataan ini (jin dapat masuk ke dalam tubuh manusia) adalah perkataan yang masyhur (dikenal oleh semua ulama). Orang yang kemasukkan jin (kesurupan) tidak akan merasakan sakit ketika dipukul, kata-katanya akan ngelantur. Orang yang kemasukan jin ini akan menampakkan banyak keanehan,mulai dari bicara dan gerakannya. Seolah-olah yang berkata dan bergerak itu adalah orang tersebut (orang yang kesurupannya), padahal hakikatnya adalah jenis lain, bukan manusia (yaitu jin)". Bahkan, Ibnu Taymiyyah masih dalam al-Majmu'nya mengatakan: "Tidak ada seorangpun ulama yagn mengingkari bahwa jin dapat memasuki tubuh manusia yang lalai mengingat Allah. Barangsiapa yang mengingkari hal ini dan mengatakan bahwa syara' tidak mengakui hal demikian, maka sungguh dia telah mendustai syara itu sendiri. Tidak ada dalam dalil-dalil syara yang menolak hal itu (tidak ada dalil satu pun yang mengingakari bahwa jin dapat masuk ke tubuh manusia yang kesurupan). Mereka yang mengingkari hal ini hanyalah sekelompok kecil dari golongan Mu'tazilah yakni Imam Al-Jubai dan Abu Bakar ar-Razi.

Kiat-kiat menghadapi gangguan Jin

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa jin (setan) senantiasa mengganggu dan "menyerang" manusia khususnya orang mukmin dari berbagai sisi dan dalam berbagai keadaan. Untuk itu, agar usaha mereka tidak berhasil dan dapat dipatahkan, maka seorang mukmin harus mempunyai "senjata" khusus dalam menghadapi mereka. Di antara "senjata" yang harus dipegang seorang mukmin dalam melawan "serangan" setan ini, adalah sebagai berikut:

1. Berlindung dan memohon bantuan hanya kepada Allah Swt.

Mengenai "senjata" ini, Allah telah berfirman dalam surat al-A'raf ayat 199-200:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah .Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS. Al-Araf 7:199-200).

Adapun keadan atau situasi yang memungkinkan adanya gangguan jin adalah sebagai berikut;

a. Ketika masuk WC

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menganjurkan agar setiap kali masuk ke WC, terlebih dahulu membaca doa sebagai permohonan perlindungan kepada Allah dari gangguan setan laki-laki dan setan perempuan. Hal ini sebagaimana tertuang dalam hadits berikut ini:

عن زيد بن أرقم رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " إن هذه الحشوش محتضرة فإذا أتى أحدكم الخلاء فليقل أعوذ بالله من الخبث والخبائث "

Artinya: "Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya toilet-toilet itu dihuni oleh Jin. Oleh karena itu, apabila seseorang di antara kalian masuk WC, maka katakanlah: Allahumma Inni audzubika minal khubutsi wal khabaits (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan" (HR. Abu Dawud, Nasa'I, Ibnu Majah dan Ahmad).

b. Ketika marah

Ketika seseorang marah, maka setan akan dengan mudah masuk dan menggodanya. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengajarkan bahwa ketika seseorang marah, hendaklah ia membaca ta'udz; audzubillahi minasetanir rajim. Hal ini sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits berikut ini:

حَدِيثُ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ. قَالَ: اسْتَبَّ رَجُلاَنِ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلمد، وَنَحْنُ عِنْدَهُ جُلُوسٌ. وَأَحَدَهُمَا يَسُبُّ صَاحِبَهُ، مُغْضَبًا، قَدِ احْمَرَّ وَجْهُهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: «إِنِّي لأَعْلَمُ كَلِمَةً، لَوْ قَالَهَا، لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ. لَوْ قَالَ: أَعُوذ بِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم»

Artinya: "Dari Sulaiman bin Shurad berkata: "Ada dua orang saling memaki di hadapan Rasulullah, saat itu kami sedang duduk di sampingnya. Salah seorang dari keduanya memaki temannya dengan sangat marah sehingga tampak mukanya memar merah. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kemudian bersabda: "Sesungguhnya saya mengetahui sebuah kalimat yang apabila diucapkan, maka marah kalian akan hilang, yaitu: Audzu billah minas setanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)" (HR. Bukhari Muslim).

c. Ketika berhubungan badan suami isteri

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga menganjurkan agar sebelum melaksanakan hubungan badan, terlebih dahulu berdoa dan berlindung kepada Allah dari godaan setan. Dalam sebuah hadits dikatakan:

لو أن أحدكم إذا أراد أن يأتي أهله قال بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا ثم قدر أن يكون بينهما في ذلك ولد لم يضره الشيطان أبدا )

Artinya: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian hendak menggauli isterinya kemudian sebelum menggaulinya ia membaca doa: "Bismillah, allahumma jannibnaas setan wa jannibis setana ma razaqtana" (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan dan godaan setan serta jauhkanlah setan itu dari apa yang akan Eukau anugerahkan kepada kami (anak), maka apabila dari hubungan tersebut ditakdirkan membuahkan seorang anak, maka anak itu tidak akan diganggu oleh setan selamanya" (HR. Muttafaq 'alaih).

d. Ketika turun dari lembah atau dari rumah

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengajarkan bahwa apabila seseorang keluar dari rumah, atau melewati lembah, tempat angker hendaklah membaca doa sebagaimana tercantum dalam hadits berikut:

لو أن أحدكم إذا نزل منزلا قال أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق لم يضره فى ذلك المنزل شىء حتى يرتحل منه

Artinya: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Kalau saja seseorang di antara kalian keluar rumah lalu berdoa: Audzu bikalimatillahit tammati min syarri ma khalaq (Aku berlindung kepada Allah dengan perantaraan kalimah Allah yang sempurna dari kejahatan makhluknya), maka ia tidak akan diganggu sedikitpun sejak ia berada di rumah itu sampai ia meninggalkannya" (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shahih).

e. Ketika mendengar ringkikan keledai

Dalam hal ini Rasulullah bersabda:

عن أبي هريرة عن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : إذا سمعتم صياح الديكة من الليل فإنها رأت ملكا فسلوا الله من فضله وإذا سمعتم نهاق الحمير من الليل فإنها رأت شيطانا فتعوذوا بالله من الشيطان

Artinya: "Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kalian mendengar ayam jantan berkukuruyuh (kongkorongok), maka mintalah karunia dari Allah, karena sesungguhnya ayam itu melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, berlindunglah kepada Allah dari godaan dan tipu daya setan karena keledai itu telah melihat setan". (HR. Bukhari Muslim).

f. Ketika hendak membaca al-Qur'an

Allah berfirman dalam surat an-Nahl ayat 98-99:

Artinya: "Apabila kamu membaca Al-Qur`an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang- orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya" (QS. An-Nahl 16:98-99).

2. Senjata kedua adalah memohonkan perlindungan kepada Allah untuk keluarga dan seluruh keturunan

Dalam sebuah hadits dikatakan:

Artinya: "Ibnu Abbas berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain (cucu beliau) dengan mengatakan: U'idzukuma bikalimatillahit tammah min kulli setan wa hammah wa min kulli 'ainin laammah (Aku memohon perlindungan untuk kamu berdua dengan perantaraan kalimah Allah yang sempurna dari semua kejahatan setan dan semua hawa nafsu, juga dari semua kejahatan mata yang penuh dengki)". Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kemudian bersabda kembali: "Sesungguhnya nenek moyang kalian berdua (maksudnya Nabi Ibrahim) juga pernah memohonkan perlindungan untuk kedua putranya Ismail dan Ishak" (HR. Bukhari).

3. Senantiasa menyibukkan diri untuk terus berdzikir kepada Allah

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Nabi Yahya memerintahkan Bani Israil untuk melakukan lima hal. Salah satunya adalah dzikrullah, karena seseorang tidak dapat menjaga dirinya dari godaan setan, melainkan dengan dzikir kepada Allah (mengingat Allah).

Dalam al-Qur'an surat al-Araf ayat 201 Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَواْ إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya" (QS. Al- Araf 7:201)

Persahabatan dengan Jin

Sebagaimana telah disebutkan diatas, bahwa alam jin dan manusia sangat berbeda, atau beda dimensi, namun demikian keduanya sering membangun hubungan satu sama lainnya. Dalam artian jin dan manusia mengadakan hubungan persahabatan, baik hubungan saling menguntungkan atau sebaliknya sebagai parasit. Menurut pandangan yang masyhur, seorang membangun persahabatan dengan jin hukumnya haram walaupun dengan jin muslim, karena pada dasarnya kecenderungan jin jika dijadikan sahabat oleh manusia akan senantiasa mendorongnya akan berbuat jahat. Hal ini sebagimana disebutkan dalam surat al-Jin 72:6

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (al-Jin 72:6)

Dalam ayat diatas,frasa (بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنّ) “beberapa lelaki dari golongan jin” masih bersifat umum apakah jin kafir atau jin muslim. Keduanya memiliki potensi untuk menyeret manusia baik muslim maupun kafir untuk berbuat dosa dan kesalahan.

Bentuk persahabatan jin manusia dilakukan adakalanya secara langsung, yakni manusia melakukan ritual-ritual untuk menghadirkan jin-jin kemudian mereka melakukan negosiasi, kalau hasil negosiasi jin yang menang maka manusia harus tunduk kepada keinginan jin. Jika pihak manusia yang menang, tetap jin pun memberikan syarat-syarat kepada manusia supaya manusia memenuhinya agar terjadi persahabatan itu. Yang kedua adalah yang tidak langsung, persahabatan ini biasanya bersifat parasit,yakni seseorang yang tidak sadar bahwa dirinya sedang bersahabat dengan jin. Celakanya orang yang seperti ini jarang menyadari keadaan persahaban ini , yang akhirnya manusia yang celaka. Oleh karenanya orang-orang yang mengadakan persahaban dengan jin adalah sebagai berikut;

1. Dukun, peramal,

atau sebangsanya yang mempelajari dan mempraktekan ilmu-ilmu dari jin terutama ilmu sihir. Keduanya melakukan hubungan dengan ritual-ritual, dalam hubungan itu jin yang paling berperan baik sebagai informan, narator, instruktur serta “guru” yang mengajarkan berbagai ilmu-ilmu hitam yang dipergunakan untuk membuat manusia lalai, menganiaya , merusak, serta membuat madharat manusia lain , misalnya untuk memisahkan dua orang yang sedang berikat(suami isteri), atau menyatukan yang terpisah (ilmu pelet), menyantet orang, menyebarkan penyakit dll. Hubungan ini hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh pihak jin, sehingga selainnya tidak dapat berhubungan. Al-Qur’an menggambarkan hubungan ini dengan istilah wahyu ( hubungan yang sangat cepat dan rahasia dengan menggunakan symbol-simbol atau kode-kode tertentu) sebagaimana yang disebutkan dalam surat al-Zuhruf berikut ;

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

2. Orang-orang yang meminta pertolongan kepada jin

baik melalui perantara ; dukun, peramal,atau yang mengatasnamakan ajengan, kiai dan adakalanya tidak melalui perantara.

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال * من أتى عرافا فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة ربعين ليلة

Artinya: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang datang kepada juru ramal, dukun, lalu bertanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 malam " (HR. Muslim)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ ».

Artinya: " Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang datang kepada juru ramal, dukun, untuk bertanya tentang sesuatu, lalu membenarkan dan mempercayai apa yang dikatakannnya, maka sungguh ia telah keluar dari ajaran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad" (HR. Ahmad).

Maksud “ ustad, kiayi, atau ajengan” disini adalah yang “jahat” atau dalam istilah lain sebagai oknum, mereka memakai gelar-gelar tersebut pada dasarnya untuk menipu manusia, padahal mereka sama saja mengadakan hubungan-hubungan dengan alam jin yang persis dilakukan oleh para peramal atau dukun-dukun. Mereka para oknum itu berargumentatif bahwa mereka hanya berhubungan dengan jin-jin yang baik , padahal sesungguhnya mereka telah ditipu oleh jin-jin tersebut.

3. Para penipu, pencuri, koruptor dan ahli maksiat

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Syu’araa ayat 221-222

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَن تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ

Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,(al-Syu’araa 26:221-222)

4. Para pelaku bid’ah

إن العبد إذا عمل بالبدعة خلاه الشيطان والعبادة وألقى عليه الخشوع والبكاء (أبو نصر عن أنس)

“Sesungguhnya jika seorang hamba mengerjakan perbuatan bid’ah, maka setan akan menjadi sahabatnya, dan dalam ibadah akan dicabut darinya kehusyuan dan kesyahduan. Riwayat Anas

من عمل ببدعة خلاه الشيطان فى العبادة وألقى عليه الخشوع والبكاء (الديلمى عن أنس)

Barang siapa yang melakukan perbuatan bid’ah maka setan akanmenyertainya dalam ibadah sehingga dia kana jauh dari kehusyuan dan kesyahduan (H.R Daelami dari Anas)

5. Orang yang berpaling dari Al-Qur’an

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَاناً فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur'an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS: Al-Zuhruf 43 :36)

Demikian mudah-mudahan bermanfaat
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jaton.forummotion.com
 
JIN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www.jaton.forumotion.com :: KAJIAN :: Islamology-
Navigasi: