www.jaton.forumotion.com


 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  Dunia  Mualaf  VidioDunia Mualaf Vidio  Jaton SilaturachmiJaton Silaturachmi  

Share | 
 

 Biadabnya Israel, Anak-Anak Yatim Piatu Pun Didzolimi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 257
Join date : 22.01.08

PostSubyek: Biadabnya Israel, Anak-Anak Yatim Piatu Pun Didzolimi   Sun Apr 27 2008, 19:39

Biadabnya Israel, Anak-Anak Yatim Piatu Pun Didzolimi

Sabtu, 26 Apr 08 23:57 WIB


Ribuan anak yatim piatu di kota al-Khalil (Hebron), Tepi Barat, terlunta-lunta menyusul perintah militer Israel untuk menutup dua lembaga bantuan sosial Islam yang selama ini mengurusi anak-anak yatim itu. Israel memerintahkan penutupan dan evakuasi Islamic Charitable Society (ICS) dan Muslim Youth Society (MYS) yang berbasis di kota al-Khalil, dengan tuduhan kedua lembaga itu membantu para "teroris."

Hani al-Maqdasi, guru di sekolah yang dikelola ICS mengatakan, ribuan anak yatim akan menjadi korban penutupan itu. "Bagaimana anak-anak yatim akan hidup dan siapa yang akan merawat mereka, " ujarnya.

Seorang anak yatim berusia 9 tahun bernama Ahmed mengungkapkan kegundahannya. "Apa yang akan kami lakukan. Kami akan tidur dan mencari makan di jalan, " keluhnya.

"Tolonglah kami. Kami tidak mau jadi anak jalanan. Kami sudah kehilangan bapak dan ibu kami. Sekarang Israel merenggut kami dari mereka yang membantu kami, " kata Lamia, anak yatim piatu lainnya.

Menurut Popular Committee for Support of Orphans, saat ini ICS menyediakan tempat penampungan dan perawatan bagi lebih dari 4.000 keluarga yang sangat miskin dan mengurus sekitar 300 anak yatim piatu. ICS juga mendidik bagi lebih dari 7.000 siswa, memberikan bantuan bagi 4.000 siswa dan mempekerjakan lebih dari 700 guru serta staff pendukung lainnya.

Israel memerintahkan menutup lembaga-lembaga sosial Islam seperti ICS dan sekolah-sekolah Islam, dengan tudingan bahwa lembaga-lembaga memiliki hubungan dengan Hamas. Bulan Maret lalu, pasukan militer rejim Zionis menyerbu kantor ICS di Hebron, menyita komputer-komputer dan kendaraan dari kantor pusat ICS.

Yang memprihatinkan, bukan hanya Israel yang mengeluarkan perintah penutupan semacam itu, tapi juga pemerintahan Palestina di Tepi Barat. Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad sudah menutup lebih dari 103 lembaga sosial di Tepi Barat dan Jalur Ghaza karena dianggap melanggar peraturan.

Para aktivis hak asasi manusia internasional menyebut tindakan Israel itu sebagai tindakan yang brutal. "Menutup sekolah, menyerbu rumah-rumah yatim piatu di tengah malam buta, merusak makanan dan pakaian, dan melempar anak-anak ke jalanan. Apa yang sedang terjadi di sana?, " tanya Nago Humbert, kepala Swiss Medecin du Mond.

"Apa kesan yang selalu ingin ditinggalkan Israel di dalam pikiran anak-anak itu ketika mereka dewasa? Bagaimana bisa kita mengajarkan untuk tidak melakukan kekerasan bagi anak-anak Palestina, sementara Israel melakukan itu semua. Ketika Israel membuang anak-anak dari rumah-rumah yatim piatu, itu artinya Israel telah merusak segala upaya perdamaian yang telah dilakukan, " papar Humbert.

Sementara itu, ICS membantah semua tuduhan Israel bahwa mereka membantu kelompok "teroris." "Kami bukan teroris. Kami hanya membantu anak-anak yatim piatu dan keluarga-keluarga yang membutuhkan, yang tidak punya sumber penghasilan, " kata Abu Hamdan, juru bicara ICS.

Menurut pengacara ICS, Abdul Karim Fatah, Israel dan pemerintah otoritas Palestina memonitor dan menelusuri setiap uang yang masuk dan keluar. "Saya menantang mereka yang telah menuduh untuk membuktikan tuduhannya. Jika mereka tidak bisa membuktikan, mereka harus berani mengatakan bahwa mereka telah melakukan kesalahan, " tantang Abdul Karim Farah.

Ia juga menegaskan bahwa ICS tidak ada kaitannya dengan Hamas. ICS berdiri tahun 1957 dan Muslim Youth Society berdiri tahun 1961, kedua lembaga itu sudah ada jauh sebelum terbentuknya Hamas yang dibentuk pada era tahun 1980-an.

Terkait perintah Israel itu, ratusan anak yatim piatu melakukan aksi duduk di depan kantor Komite Palang Merah Internasional dan kantor Komisi PBB di Hebron. Mereka menuntut dunia internasional untuk melakukan intervensi, menghentikan tindakan Israel.

"Saya layak diperlakukan seperti anak-anak lainnya di seluruh dunia. Ayah saya sudah tiada, siapa yang akan merawat saya?" protes Rani Hasan, salah seorang anak yatim yang ikut dalam aksi unjuk rasa itu. (ln/iol)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jaton.forummotion.com
 
Biadabnya Israel, Anak-Anak Yatim Piatu Pun Didzolimi
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www.jaton.forumotion.com :: Katagori Berita :: Internasional-
Navigasi: